Bupati Musirawas dan OPD berfoto bersama usai diadakannya coffe morning, Jum'at (6/12/2019).
in

Coffe Morning Pemda Mura Bersama Insan Pers Sekaligus Gerakan Menanam, Menuju Swasembada Jagung

MUSIRAWAS, Silmed.id – Acara coffe morning Pemerintah Daerah (Pemda) Musirawas (Mura) bersama insan pers berlokasi di Agro Techno Park Jalan Jendral Sudirman Kompleks Balai Benih Utama Desa Tegalrejo, Kecamatan Tugumulyo, Jum’at (6/12/2019).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Mura, H Hendra Gunawan didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Zuhri Syawal, Kepala Bappeda Nanti Kasih, Ketua PWI Mura Noviyansah, Kepala OPD Mura dan unsur Forkompinda.

Acara yang digelar Humas Setda (Sekretariat Daerah) Mura dengan tema “Melalui KPMM (Kartu Petani Mandiri Makmur) Petani Sejahtera menuju Mura Sempurna”.

Bupati Musirawas, H Hendra Gunawan saat menghadiri acara coffe morning di Desa Tegalrejo, Kecamatan Tugumulyo, Jum’at (6/12/2019). Foto : Aulia Silmed

Bupati Mura, H Hendra Gunawan mengucapkan terimakasih atas terlaksananya acara coffe morning ini. Ia berharap acara ini dapat memberikan nilai yang positif antara pemerintah daerah dengan insan pers, sehinggan dapat meningkatkan kerjasama dan sinergisitas.

“Selama ini insan pers turut serta membangun Kabupaten Musirawas, tanpa bantuan insan pers tidak mungkin Musirawas bisa membahana di persada nusantara,” ungkap H Hendra Gunawan.

Bupati bersama OPD sebelum acara sempat melakukan gerakan tanam jagung menuju Musirawas swasembada jagung tahun 2020.

Gerakan menanam jagung menuju Musirawas swasembada jagung tahun 2020 yang dilakukan Bupati Musirawas dan OPD. Foto : Aulia Silmed

Adapun lahan yang telah siap untuk ditanami jagung hibrida varietas Bisi-18 dan 226 seluas 5.000 hektar yang tersebar di seluruh Kecamatan di Bumi Lan Serasan Sekentenan. Dimana setiap hektar lahan berpotensi menghasilkan 9 ton jagung.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mura, Zuhri Syawal didampingi Sekretaris, Tohirin menyampaikan bahwa hampir 70 persen masyarakat di Mura bermata pencaharian sebagai petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mura, Zuhri Syawal didampingi Sekretaris, Tohirin sebagai narasumber pada acara coffe morning, Jum’at (6/12/2019). Foto : Aulia Silmed

“Oleh sebab itu kami berfikir bagaimana caranya meningkatkan perekonomian petani, nah salah satunya dengan KPMM ini. Dimana tujuannya membantu petani mendapatkan benih unggul berlabel, sehingga mereka dapat menekan biasa produksi,” kata Zuhri Syawal yang juga bertindak sebagai narasumber.

Adapun pendanaannya bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) dan mulai perencanaannya tahun 2016 dan realisasinya baru di 2017 sampai dengan tahun 2019.

“Rincian biaya, sementara baru berupa benih dan biaya operasional pendampingan pengelola sampai dengan evaluasi,” ucapnya.

KPMM ini dirasakan oleh Pemerintah dapat membantu mengurangi angka kemiskinan, dimana sebelumnya Musirawas masuk ke tiga besar dan saat ini sudah berada di peringkat 7.

“Pada awal lounching KPMM diketahui angka kemiskinan sebesar 26 persen. Alhamdulillah saat ini angka tersebut turun menjadi 13,76 persen,” terangnya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan, Tohirin mengatakan dari hasil pendataan tim KPMM, diketahui jumlah petani di Kabupaten Mura lebih kurang sebanyak 15.000 yang mengelola atau menggarap sawah di bawah 1 hektar.

“Dari jumlah 15.000 petani dengan sawah seluas 10.000 hektar. Nah mereka inilah yang mau dibantu Pemerintah melalui KPMM. Karena keterbatasan anggaran, sampai sekarang Pemerintah baru berhasil membantu sekitar 6.000 petani,” jelas Tohirin.

Nah kabar gembira bagi pemegang kartu KPMM akan diansuransikan masuk ke AUTP (asuransi usaha tani padi). Adapun besaran biaya premi untuk satu hektar sawah Rp 180.000 untuk 1 kali tanam atau semusim.

Pemerintah pusat memberikan bantuan sebesar Rp 144 ribu dan sisanya sebesar Rp 36 ribu akan dibantu oleh Pemkab Mura.

“Apabila padi nya tidak panen atau puso karena serangan hama, banjir dan bercana alam dan lain sebagainya, maka perusahaan asuransi akan mengganti sebesar Rp 6 juta per hektar, untuk modal usahanya bertanam kembali,” ucapnya.

Adapun Pemkab Mura menargetkan lahan yang diansuransikan seluas 9.000 hektar untuk dua musim, sehingga totalnya adalah 18.000 hektar. Karena tahun 2018 lalu, 1.800 hektar terkena puso, karena hama wereng dan banjir.

“Semoga dengan upaya yang kita lakukan ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani, terutama petani padi,” tutupnya. (ADV)

PENULIS : Aulia Azan Siddiq

Firdaus Cik Olah Kembali Formulir ke PAN

Ribuan Peserta Ikuti Senam SKJ Jadoel