in

Cegah Virus Corona, Jam Besuk Pasien Dibatasi

LUBUKLINGGAU,Silmed.id – Sejumlah Rumah Sakit (RS) di Kota Lubuklinggau membatasi jam besuk pasien. Bahkan ada yang benar-benar melarang keluarga, kerabat maupun sahabat membesuk pasien selama perawatan di RS. Hal ini bertujuan mencegah dan mengantisipasi penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Seperti di RS AR Bunda memberlakukan membatasi jam besuk pukul 10.00-12.00 WIB dan 16.00-18.00 WIB. Jumlah pembesuk dibatasi maksimal dua orang, penunggu pasien hanya satu orang.

Direktur RS AR Bunda Lubuklinggau, dr Sarah Ainar Rahman menegaskan, penunggu pasien yang lolos sensor suhu akan diberikan kartu tunggu dan wajib cuci tangan. Sementara penunggu pasien yang mengalami demam dan batuk, tidak diperkenankan masuk area RS AR Bunda. Manajemen RS AR Bunda juga melarang pengunjung maupun pasien meludah sembarangan.

Bahkan, guna mencegah penyebaran Covid-19, penyuluhan dan edukasi kepada pengunjung pasien di lobi RS AR Bunda Lubuklinggau dilakukan oleh dr Topan, SpPD. Para pengunjung diedukasi untuk tetap tenang terhadap pemberitaan yang sedang ramai mengenai Covid-19. Pengunjung juga diajak melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat dengan cara cuci tangan yang benar, untuk sementara jauhi keramaian serta berdoa meminta perlindungan.

Hal itu dilakukan, karena Corona menyebar melalui doplet atau tetesan kecil ini virus menyebar masuk ke mata, hidung atau mulut orang sehat. Virus Corona dapat bertahan hingga 24 jam di sebuah benda. Maka, yang bisa kita lakukan jika melihat orang sedang bersin/batuk atau sakit adalah jaga jarak ½ meter sampai 2 meter agar aman dari percikan. Kedua, berihkan mereka masker jadi mereka dapat bersin/batuk dimaskernya dan melindungi orang-orang di sekitarnya.

Menurut dr Sarah, yang sering tidak sadari, terkadang air liur/ingus orang sakit dapat menempel pada tangan mereka, gagang pintu, pegangan eskalator, gelas, perangkat digital, tombol lift, alat makan dan tisu bekas.

Maka, satu-satunya cara efektif untuk menghilangkannya yaitu mencuci tangan dengan sabun. Dan lebih baik menghindari kerumunan orang karena sebenarnya kita tidak tahu yang mana yang sebenarnya sakit.

Sementara peniadaan jam besuk diberlakukan di Rumah Sakit Siti Aisyah (RSSA) Lubuklinggau. Direktur RSSA, dr Charlie Esa melalui Humas, Yassir membenarkan, sejak Selasa (17/03/2020) sudah ada ketentuan pendamping dan pengunjung pasien yang ingin besuk ke RSSA.

Ketentuan tersebut dikeluarkan dalam rangka kewaspadaan penyebaran Covid-19 di area RSUD RSSA Lubuklinggau.

“Meski sudah berlaku sejak Selasa, tapi masih ada pasien yang belum mengikuti aturan ini. Kami tetap berusaha menyosialisasikan ketentuan ini karena memang sangat penting untuk mencegah penyebaran Covid-19. Jadi kami mengimbau, jika untuk sementara waktu ikuti aturan ini,” ungkapnya.

Jadi, per Selasa (17/03/2020) tidak ada jadwal waktu kunjung pasien. Penunggu atau pendamping pasien cukup 1 orang. Pergantian penunggu pasien dilakukan pukul 11.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB dan pukul 17.00 WIB hingga 18.00 WIB di pintu masuk rawat inap (pintu Pos Satuan Pengamanan). Anak bawah 12 tahun dan orang tua di atas 60 tahun tidak diperkenankan menunggu pasien.

Hal sama juga dilakukan RS Siloam Silampari. Humas RS Siloam Silampari, Ahmad mengatakan sesuai dengan imbauan pemerintah untuk membatasi aktivitas sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19, maka RS Siloam Silampari meniadakan jam besuk mulai 17 Maret 2020 hingga waktu yang ditentukan kemudian.

Pasien hanya boleh ditemani oleh 1 (satu) penunggu dengan mengenakan kartu penunggu pasien yang diberikan dari pihak RS Siloam Silampari.

Bahkan, demi keamanan bersama, RS Siloam Silampari melakukan skrining. Tahapannya pengisian formulir pernyataan kesehatan, pengukuran suhu tubuh, pemeriksaan formulir oleh staf, membersihkan tangan dan penggunaan lift diatur agar tidak berdesakan dan tak saling berhadapan agar minimalkan paparan percikan.

Ahmad juga mengajak warga Lubuklinggau dan sekitarnya, mari bangun solidaritas melawan Virus Corona.

“Kami tetap tinggal di RS dan anda tetaplah tinggal di rumah demi kesehatan kita semua,” imbaunya.

Peraturan serupa juga diterapkan oleh Manajemen RS Dr Sobirin yang mulai Hari ini, Kamis 19 Maret 2020 sampai dengan 1 April 2020 pasien tidak diperkenankan untuk dibesuk.

Direktur RS Dr Sobirin, dr H Nawawi Akib melalui sebuah maklumat kepada masyarakat mengingatkan pasien rawat inap hanya boleh ditunggu oleh satu orang penunggu tetap.

Ia juga menegaskan, sebelum memasuki area rumah sakit akan dilakukan pengukuran suhu oleh petugas dan wajib melakukan kebersihan tangan.

Selain itu, penunggu pasien yang demam atau batuk tidak diperkenankan masuk area rumah sakit. Sementara pasien poliklinik hanya boleh diantar oleh satu orang pendamping.

PENULIS : Putri Rianita
EDITOR   : Dedi Ariyanto

Virus Corona, Disdagrin Lubuklinggau Pantau Stok Sembako

Dampak Covid-19, Okupansi Hotel Menurun Hingga 35 Persen