ilustrasi. foto: net
in

Cegah Karhutla, Tim Penanganan Bentuk Lima Posko

MUSI RAWAS. Silmed.id  – Tim Penanganan Kebakaran Hutan Lahan (Karhutla) Musi Rawas membentuk lima posko yang tersebar di sejumlah wilayah Musi Rawas.

“Kami sudah membentuk lima posko yang berada di Desa Taba Gindo Kecamatan Selangit, Desa Mekarsari Kecamatan Megang Sakti, Desa Harapan Makmur Kecamatan Muara Lakitan dan Desa Binjai Kecamatan Muara Kelingi,”  ungkap Paisol, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Musi Rawas kepada wartawan, Jumat (19/7/2019).

Menurut dia, teknis kerja tim yang berada di posko Karhutla dibawah Komando Kodim (Dandim) 0406/MLM. Sedangkan pihaknya menurunkan petugas dari Tim Reaksi Cepat (TRC) dan didampingi dua unsur masyarakat.

“Untuk perwakilan masyarakat dalam tim ini merupakan penunjukkan dari Kepala Desa,” jelas Paisol.

Terkait peralatan damkar untuk disiagakan di Posko Karhutla, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Kodim.

“Kami belum siagakan peralatan damkar di Posko Karhutla. Selanjutnya akan berkoordinasi dengan Kodim, karena disana ada peralatan seperti pompa air dan drop Damkar. Saat ini, petugas yang ada di Posko melakukan sosialisasi sebagai langkah pencegahan Karhutla,”kata dia.

Ditambah dia, dari Januari 2019 hingga sekarang, terpantau ada 14 titik panas dengan tingkat kepercayaan 60 persen. Sedangkan tingkat kepercayaan 100 persen terpantau dua titik yakni di Desa Lubuk Pandan Kecamatan Muara Lakitan dan Desa Muara Megang Kecamatan Megang Sakti.

“Titik panas yang kami temukan yakni warga membuka ladang dengan cara membakar,”pungkasnya.

Sementara itu, Jamil (45) warga Kecamatan Muara Kelingi mengatakan, sekarang sudah banyak anggota TNI yang menyebar di desa, mereka melakukan sosialisasi Karhutla.

“Anggota TNI yang ada di desa hanya menjalankan tugas. Hal itu diungkap mereka  saat kami tanyakan solusi selain membakar untuk berladang. Harapan saya ada solusi, jangan hanya melarang, bagaimana kami hendak berladang kalau tidak dibakar lahannya,”kata dia.

PENULIS : Dedi Ariyanto 
EDITOR: Dodi Chandra

Konsumsi Air Sungai Rawas, Warga Mengidap Penyakit Kulit

20 Meter Bahu Jalan Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah