Irfa Candra alias Can (30) diamankan di Mapolsek Jayaloka, Jum'at (30/8/2019). Istimewa
in

Buronan Pencurian Ditembak Polisi, Setelah Tiga Tahun Jadi Buronan

MUSI RAWAS, Silmed.id – Seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang telah tiga tahun masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buron ditembak, Jum’at (30/8/2019) sekitar pukul 03.00 WIB.

Tersangka bernama Irfa Candra alias Can (30) warga Pal. 10 RT 12 Kelurahan Marga Tunggal, Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Musi Rawas.

Can terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas pada kaki kanannya karena mencoba kabur saat hendak ditangkap sebanyak dua lobang.

Guna kepentingan penyelidikan dan proses lebih lanjut, tersangka diamankan di sel tahanan Mapolsek Jayaloka.

Disampaikan Kapolres Musi Rawas, AKBP Suhendro melalui Kapolsek Jayaloka, IPTU Rosidi penangkapan terhadap Can, bermula dari laporan korban Suwaldi (35) warga Desa Kertasono, Kecamatan Jayaloka, pada 26 Januari 2016 lalu.

Dalam laporannya, Suwaldi kehilangan motor Honda Supra Fit warna hitam biru dengan nomor polisi (Nopol) BG 3509 GH yang terparkir di depan rumahnya, Jum’at tanggal 22 Januari 2016 sekitar pukul 10.00 WIB. Akibatnya korban mengalami kerugian yang ditaksir senilai Rp 4 juta.

Menindaklanjuti laporan itu, tim opsal Polsek Jayaloka langsung bergerak melakukan penyelidikan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap Meki Irawan alias Mek (sudah menjalani hukuman). Dimana dalam menjalankan aksinya dengan cara merusak kunci kontak motor korban menggunakan kunci “T”, lalu membawa hasil curian tersebut dan kabur.

“Setelah tiga tahun berlalu melakukan pengejaran, petugas kembali mendapatkan informasi jika Can telah kembali ke rumahnya,” ucap Kapolsek.

Tak menyia-nyiakan informasi yang didapat, tim opsnal unit reskrim Polsek Jayaloka dipimpin langsung Kanit Reskrim, Bripka Mahyudin bersama empat personil lainnya langsung melakukan penangkapan di rumah tersangka.

Akan tetapi ketika hendak diamankan, tersangka melakukan perlawanan hendak melarikan diri, anggota telah memberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan. Kemudian dilakukan tindakan tegas dan terukur sehingga tersangka berhasil diamankan.

“Tersangka selanjutnya dibawa ke Puskesmas Jayaloka untuk mendapatkan perawatan,” kata IPTU Rosidi.

Kapolsek menambahkan, atas perbuatan yang telah dilakukannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman kurungan penjara maksimal tujuh tahun.

PENULIS : Aulia Azan Sidddiq

Lahan Milik Ketua BPD Diduga Diserobot Perusahaan

Pemerintah Berharap Panitia Pemilihan BPD Bekerja Sesuai Tahapan