in

Bupati Muratara Kangkangi Aturan BKN

MURATARA, Silmed.id – Terkait dengan adanya Surat Keputusan (SK) Bupati Musirawas Utara tentang pemindahan dan penetapan ASN yang dimutasi ke UPT Puskesmas Muara Kulam Kecamatan Ulu Rawas, dinilai mengangkangi aturan yang sudah dibuat Badan Kepegawaian Negara (BKN). Soalnya dalam surat untuk menindaklanjuti surat Sekjen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) itu disebutkan bahwa agar semua proses mutasi ASN agar dapat ditangguhkan terlebih dahulu. Lontaran ini dikemukakan sejumlah kalangan, salah satunya adalah Bung Sony, aktifis pemerhati kebijakan publik di wilayah Bumi Silampari.

“Tegas sekali dalam surat itu disebutkan bahwa kepada Pejabat Pembina Kepegawaian untuk tidak melakukan mutasi terhadap tenaga medis dalam jangka waktu yang tidak ditentukan. Namun surat ini tidak berlaku di Kabupaten Muratara. Bupati sengaja mengangkangi aturan BKN dan Kemenkes dengan memindahkan tenaga medis tanpa alasan yang jelas,” ujar Bung Sony kepada Silampari Media, Selasa, (5/5/2020).

Sebagaimana diketahui, lanjut Sony, kebutuhan tenaga medis di RSUD Rupit pada dengan kondisi Pandemic Covid-19 sangat dibutuhkan. Tetapi dengan keputusan pemindahan tenaga medis itu menciderai pernyataan Pemerintah Kabupaten Muratara yang katanya fokus dengan penanganan virus itu.

Bagaimana tidak, kondisi saat ini seharusnya tenaga medis difokuskan pada sentral pelayanan yakni di RSUD Rupit, tetapi Tenaga Sentral dalam hal penanganan covid-19 ini malah dipindahkan ke kecamatan yang notabenenya tidak terlalu dibutuhkan.

“Sangat kontras dengan apa yang dinyatakan dan apa yang diperbuat. Jika alasan yang dikemukakan bahwa mutasi adalah hal yang biasa dalam ASN, dalam hal ini itu sangat tidak biasa. Bahkan jika ditilik dari history ‘korban’ mutasi ini bukan pemindahan yang biasa, tapi luar biasa,” tegasnya.

Mutasi itu tidak memiliki alasan yang urgent dan tidak mungkin analisa kebutuhan pegawai dilakukan dalam waktu yang sangat singkat. Kemudian sudah menjadi rahasia umum bahwa jika tidak senang dengan orang-orang yang dianggap berseberangan akan ‘dilempar’ ditempat yang jauh.

Bupati harusnya memberikan support kepada paramedis, bukan mengeluarkan kebijakan kontroversi. Dan tuntutan para tenaga medis saat berdemo adalah permintaan yang sangat wajar dituntut, yakni terkait perlindungan diri dalam penanganan Covid-19, bukan minta kenaikan gaji ataupun insentif kegiatan yang berlebihan.

“Bupati dalam membuat SK terlalu prematur tanpa analisa matang, baik regulasi ataupun efek sosial. Ada kesan seolah mutasi ini prilaku sentimen berbalut sanksi yang dibuat dalam wujud mutasi. Luar biasa sekali Bupati Muratara ini,” tandas Bung Sony.

Ia berharap agar Bupati tidak menerapkan trial and erorr system dalam menjalankan pemerintahan. Jangan seeenaknya membuat kebijakan tanpa memperhatikan aturan dan etika kemanusiaan. Keputusan mutasi itu, menampakkan kegagalan bupati dalam melakukan pendekatan komunikasi hampir disetiap lini pemerintahan.

“Kenapa hampir setiap kebijakan yang dikeluarkan selalu kontroversi. Bupati sepertinya terlalu gengsi untuk melakukan komunikasi dengan bawahan dan pihak diluar pemerintahan, terlebih pada orang-orang yang dianggap vokal dan berseberangan dengan kebijakannya,” ujar Sony.

Untuk diketahui, 28 April lalu tenaga medis RSUD Rupit Muratara menuntut pemerintah untuk serius dalam penanganan Covid-19. Dalam aksi mereka meminta kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) agar mereka nyaman melakukan tindakan medis terhadap pasien Covid-19.

Dua hari pasca aksi (30/4/2020) ada Surat Keputusan Bupati yang berisi surat pemindahan tugas para tenaga medis yang menjadi juru bicara ke Puskesmas Muara Kulam, Kecamatan Ulu Rawas, dimana kecamatan tersebut merupakan kecamatan paling ujung di Kabupaten Muratara. Adapun tenaga medis yang dipindahkan lantaran dianggap vokal itu diantaranya adalah Perawat Fitri Sulfani Dr. Devi (Dokter umum), Silva sari (Ketua Humas), dan Kurniati (Karu IGD).

PENULIS: Dodi Chandra

Pemkab Mura Bagikan 2007 Paket Sembako ke Guru Ngaji

Tiga Proyek Infrastruktur Mangan Jaya Rampung Dibangun