in

Bulog Tukar Beras 10 Ton yang Dikembalikan Pemkot Lubuklinggau

LUBUKLINGGAU,Silmed.id – Bulog Lubuklinggau, padaJumat (08/05/2020) mengirimkan kembali beras 10 ton untuk Pemkot Lubuklinggau, sebagai pengganti beras yang sebelumnya yang dikembalikan, karena dianggap tidak layak dibagikan kepada warga yang terdampak Covid-19.

Kepala Bulog Kota Lubuklinggau, Vinaldo Fernandez, kepada Silampari Media, pada Sabtu (09/05/2020) menjelaskan, jika pihaknya dapat jatah 100 ton dari Pemkot untuk dibagikan kepada masyarakat.

“Kemarin dikirim 60 ton, namun yang 10 ton kita tarik lagi, jadi tinggal 50 ton lagi. Hari ini 50 ton sisanya sudah kami kirimkan ke sana,” kata Fernando.

Ia menceritakan, sebelum pengiriman, ia sudah mengingatkan pekerjanya, karena memang ada barang tolakan Bulog yang rencananya akan di kembalikan penyuplai.

“Kemarin saya ada urusan dengan Pemkab Muratara, sebelum berangkat saya ngecek (gudang), saya lihat ada barang yang dipacking 50 an memang sudah saya lihat. Saya bilang ini barang tolakan, jangan dikirim,” katanya.

Setelah itu, ia mengaku berangkat ke Kabupaten Muratara meninggalkan pekerja yang masih bekerja. Mengingat perjalanan cukup jauh memakan waktu hampir satu setengah jam mendekati maghrib baru pulang.

“Ketika pulang pekerja tidak ada lagi (pekerja) karena sudah mendekati magrib. Kemudian paginya Kepala Dinas nelpon dan ada berita baik, terus saya juga bingung mengapa jadi begini, saya juga heran,” terangnya.

Setelah mendapat kabar itu ia langsung mengecek ke gudang esk Kantor Bupati Mura dan menemukan ternyata barang tolakan itu ikut dalam beras yang diantar oleh pekerja.

“Ketika dicek beras itu bukan karena tidak layak, tapi karena mungkin kotor saja, jumlahnya memang 10 ton. Langsung kita tarik berikut dengan beras ada beberapa yang kita lihat memang terinjak oleh buruh, karena memang barangnya sudah kotor, kapalang sudah kita tarik maka kita ikuti saja,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan jika barang tolakan adalah barang yang tidak sesuai kriteria. Kemarin memang ada empat mobil beras dari penyuplai ditolak. Karena tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Bulog.

“Jadi begini setiap barang yang Bulog beli jika tidak sesuai kita tolak, itu kita beli dari petani, walau pun kita ngutang bila tidak sesuai kita tolak,” pungkasnya.

PENULIS : Putri Rianita
EDITOR : Dedi Ariyanto

Lima Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Musi Rawas

Mulai Senin, Tiga Pasar Akan Diterapkan Tertib Covid-19