in ,

Bulog Borong 1.000 Ton Beras Petani Sumber Harta

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memberikan penawaran harga yang relatif murah di tengah masyarakat, Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Perum Bulog Lubuklinggau turun langsung ke lapangan membeli hasil panen petani.

Tak tanggung-tanggung, selama tiga bulan terakhir tepatnya sejak bulan Maret sampai akhir Juni 2019, Bulog telah membeli 1.000 Ton beras dari petani lokal. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kansilog Perum Bulog Lubuklinggau, Meizarani, seusai beliau meninjau sawah petani di daerah Merasi.

“Kami membeli langsung dari petani melalui kelompok-kelompok tani yang ada, untuk stok 1.000 ton beras tersebut kami dapatkan dari Desa Sumber Harta dan Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumber Harta secara bertahap selama lebih kurang tiga bulan kami turun ke tengah-tengah petani” ujarnya kepada Silampari Media, Sabtu (6/7/2019).

Namun, menurut Meizarani, tidak semua hasil petani beras lokal diakomodir oleh Bulog. Karena pemerintah memiliki kriteria untuk pembelian dari petani.

“Harga beli kami sesuai dengan peraturan pemerintah adalah 8.030/Kg, kami tidak bisa membeli lebih dari harga itu, makanya ketika kami keliling tidak semua petani mau dibeli dengan harga seperti itu. Untuk Sumber Harta sepertinya cocok dengan harga tersebut sehingga kami sepakat untuk menampung hasil panen petani,” tambah Meizar.

Sementara itu menurut Meizar, harga yang diinginkan petani rata-rata diatas 8.030 sehingga terkadang ada persepsi buruk terhadap Bulog yang tidak mau membeli beras dari petani lokal.

“Dana kami cuma bisa 8.030, gak bisa lebih, kalo lebih Bulog pasti akan rugi. Sementara petani inginnya Rp 8.500-9.000 ribu Sehingga dengan terpaksa kami tidak membeli dari petani lokal. Tapi dengan Sumber Harta membuka harga yang cocok kami pasti beli,” ujarnya.

Meizar pun menegaskan kalau pihaknya akan terus turun ke tengah-tengah petani untuk mengupdate harga terkini dari petani agar bisa sewaktu-waktu membeli beras dari petani lokal.

Suyono (48), salah satu petani dari Kelompok Tani Sumber Makmur di Desa Sumber Harta pun menegaskan kalo dirinya dan rekan lainnya sangat terbantu dengan pembelian dari Bulog.

“Petani sangat diuntungkan ditengah-tengah harga beras dari petani yang tidak tentu, Bulog menawarkan kepastian meskipun tidak mahal namun masih bisa untung. Kami pun tidak harus lelah untuk mengantar hasil panen karena Bulog langsung yang ambil ke petani,” ungkap Suyono.

Namun Suyono berharap kelak harga dari Bulog bisa naik sehingga untung yang di dapat petani jauh lebih mensejahterakan.

“Mudah-mudahan pemerintah menaikkan harga belinya sehingga kami petani bisa jauh lebih sejahtera,” harapnya.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Janjikan Uang Rp 50.000, Kuli Bangunan Berhasil Cabuli Siswi SMP

Unsur Tripika Patroli Penyetrum Ikan