BMI Lubuklinggau bersama warga Kelurahan Bandung Ujung gotong-royong membersihkan sampah yang sudah menumpuk karena dibiarkan selama bertahun-tahun, Sabtu (2/11/2019).
in

BMI dan Warga Gotong Royong “Gusur” Sampah di Bandung Ujung

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Lubuklinggau, bersinergi bersama masyarakat Kelurahan Bandung Ujung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, bergotong-royong membersihkan sampah di RT.09, Kelurahan Bandung Ujung, Sabtu (2/11/2019).

Lokasi yang dijadikan tempat bergotong-royong adalah lokasi pembuangan sampah ilegal yang sudah menahun, sehingga menjadi kebiasaan warga untuk membuang sampah sembarangan di areal tersebut. Ironisnya, letak gunungan sampah tersebut berada tak jauh dari kantor Lurah Bandung Ujung.

Kegiatan berlangsung sejak Pukul 09.00 WIB. Gotong-royong dihadiri oleh seluruh pengurus BMI Kota Lubuklinggau, Ketua RT setempat, serta masyarakat setempat yang sudah resah dengan keberadaan TPS ilegal tersebut. Bahkan, kegiatan sempat dibantu oleh alat berat dan dua truk mobil sampah.

Ketua RT. 09 Bandung Ujung, Romadiana, menerangkan jika sampah tersebut hasil dari bertahun-tahun pembiaran terhadap orang yang ingin membuang sampah secara ilegal.

“Kebetulan kan posisinya itu jurang, jadi orang membuang sampah mudah sekali. Bertahun-tahun dilakukan hingga menjadi kebiasaan jika dilokasi ini menjadi tempat pembuangan sampah,” ujar Romadiana.

Dirinya juga menerangkan jika sudah beberapa kali menegur pelaku pembuang sampah sembarangan, namun justru orang yang ditegur malah marah.

“Dianya marah karena tidak mau ditegur, padahal jelas-jelas kami larang membuang sampah di sana. Malahan mereka menggunakan mobil untuk membuang sampah,” ujarnya terlihat kesal.

Ia dan warga lainnya berharap, dengan diadakannya gotong royong ini akan membawa dampak positif untuk perilaku masyarakat yang masih enggan membuang sampah pada tempatnya.

Kondisi Pasca diadakannya gotong royong pembersihan sampah di areal TPS Ilegal di RT.09, Kelurahan Bandung Ujung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Ketua BMI Kota Lubuklinggau Wansari, menerangkan jika kegiatan gotong-royong tersebut guna turut aktif membantu menyelesaikan permasalahan sampah yang menjadi musuh masyarakat juga Pmerintah Kota Lubuklinggau.

“Saat ini sampah seakan menjadi momok bagi masyarakat, dan kalau tidak ditanggulangi sedini mungkin, kedepan nya sampah akan menjadi “hantu” bagi masyarakat kota lubuklinggau. Saat ini banyak masyarakat kebingungan mencari tempat membuang sampah, hingga menyebabkan banyak TPS ilegal yang lokasinya sangat dekat dengan permukiman warga,” ujar pria yang juga menjabat selaku Anggota DPRD Kota Lubuklinggau Periode 2019-2024 tersebut.

Menurut dirinya, permasalahan sampah tersebut bukan tidak mungkin bisa menimbulkan konflik horisontal di tengah masyarakat.

“Untuk itu kami BMI Kota Lubuklinggau juga meminta Pemkot Lubuklinggau untuk lebih serius menangani masalah sampah. Salah satu solusi yang ditawarkan kami adalah penyediaan secara merata Motor Sampah di setiap kelurahaan. Saat ini setiap kelurahan punya dana kelurahan, sehingga bisa dialokasikan untuk mengatasi permasalahan sampah,” sambung pria tinggi tersebut.

Lebih lanjut, dirinya juga meminta kepada Pemkot untuk secara serius melakukan kegiatan guna peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia baik dari masyarakatnya maupun birokrat yang bertugas sebagai perpanjangan tangan pemerintah.

“Masyarakat itu butuh pejabat-pejabat yang mempunyai empati dan peduli pada masyarakat, sehingga jargon Kota Lubuklinggau sebagai kota Madani metropolis akan terwujud dengan SDM yang unggul dan peduli,” sambung Awun, sapaan akrab Wansari.

Kegiatan gotong-royong tersebut sangat didukung oleh seluruh warga Keluruahan Bandung Ujung, para Ketua RT, Camat Lubuklinggau Barat 1, Bhabinkamtibmas, serta pengusaha bawang kota lubuklinggau, H. Yusrol yang memberikan kontribusi materi dalam kegiatan tersebut.

“Kami dari BMI mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan bantuan dari semua pihak, kami mengajak untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, agar bumi dapat menjadi warisan yang bisa kita banggakan kepada anak cucu kita,” tukas Awun.

Kini lokasi pembuangan sampah tersebut terlihat lebih rapi dan bersih pasca kegiatan gotong royong, serta telah dipasangi garis polisi dan spanduk yang melarang untuk membuang sampah di areal tersebut.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

10 Balon Bupati dan Wakil Bupati Mengembalikan Berkas

Harga Karet Rendah, Masyarakat Mengeluh Membeli Bahan Sembako Terasa Berat