Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Lubuklinggau menyisir lokasi kebakaran di Jalan Cereme Dalam, Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur II guna mensterilkan jalur api, sembari menunggu petugas PBK sampai di lokasi. Kebakaran terjadi selang beberapa saat usai dipadamkannya api di Kelurahan Taba Jemekeh, Jum'at (23/08/2019). Foto : Bayu Silmed
in

Berbarengan Dengan Tewasnya Mak Ipung, Petugas Damkar Berjibaku Selamatkan Dua Titik Api

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Ketika masyarakat Lubuklinggau dihebohkan dengan kematian Muhammad Effendi atau Pung Loi yang akrab disapa Mak Ipung (65) diduga karena dibunuh, disaat yang hampir bersamaan petugas Pemadam Bahaya Kebakaran (PBK) terus berjibaku berusaha memadamkan api yang begitu “betah” muncul di daerah Lubuklinggau.

Petugas PBK Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kota Lubuklinggau hari ini, Jum’at (23/08/2019) “laris” mendapat pesanan dari masyarakat untuk memadamkan api yang berpotensi menimbulkan kerugian bahkan korban jiwa. Bagaimana tidak, hanya berselang beberapa menit petugas PBK harus memadamkan api di dua lokasi yang berbeda namun masih dalam lingkup kecamatan yang bertetangga.

Kepala Dinas DPKPB, H. Luthfi Ishak melalui Kepala Seksi Operasional Mahali menerangkan jika pada pukul 11.30 WIB Tim DPKPB sedang melakukan tahap pendinginan di lokasi titik pertama kebakaran lahan di Komplek Perumahan Pesona, Jl. Fatmawati, RT.02, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, tiba-tiba mendapat laporan kembali bahwa ada titik api lagi di Jl. Cereme Dalam, Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan lubuklinggau Timur II.

“Anggota regu yang berada di lapangan langsung menuju lokasi kebakaran. Dan dengan cepat memadamkan api dan langsung melakukan pendinginan,” ujar Mahali.

DPKPB menerjunkan sedikitnya tiga unit mobil Damkar untuk mensterilkan api. Sebelumnya api sempat melahap lebih kurang dua hektare di titik kedua dan seperempat hektare di titik pertama. Titik pertama berhasil dipadamkan sekira Pukul 12.15 WIB dan titik kedua berhasil dijinakkan pada Pukul 15.00 WIB. Kedua titik merupakan lahan perkebunan warga, angin yang kencang serta daun dan semak yang kering diduga menjadi penyebab cepatnya api merambat hingga menimbulkan kebakaran.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Diduga Pengangkatan Sekdes Padu Raksa Tak Sesuai Perbup

Pemkot Lubuklinggau Terima Hibah BMN Total Senilai Rp 8,927 Miliar