FOKUS. Siswa kelas X SMAN 1 Lubuklinggau fokus saat mendengarkan arahan dan penjelasan Eriyanto selaku owner UKM Eriyanto yang menggunakan teknologi tepat guna dalam pengolahan produknya, Senin (19/8/2019).
in

Belajar TTG, Siswa SMAN 1 Lubuklinggau Kunjungi Usaha Pengolahan Ikan Salai

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Puluhan siswa SMA Negeri 1 Kota Lubuklinggau, Senin (19/8/2019) pagi sekira Pukul 10.00 WIB berkunjung ke kediaman Eriyanto (38), pemilik Usaha Kecil Menengah (UKM) Pengolahan ikan salai yang menggunakan Teknologi Tepat Guna (TTG).

Kunjungan siswa ke Jl. BBGRM, RT. 02, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara itu merupakan kegiatan praktek lapangan siswa dalam hal usaha ekonomi UMKM berbasis TTG.

“Kegiatan difokuskan untuk siswa kelas X. Hal ini sebagai bentuk pengenalan secara langsung tekhnologi tepat guna kepada siswa. Sehingga siswa dapat secara langsung mengolah informasi dari apa yang langsung dilihatnya,” ujar Suparno, salah satu guru pendamping yang juga merupakan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Lubuklinggau kepada Silampari Media.

Dipilihnya UKM Eriyanto karena menurut Suparno, UKM tersebut merupakan yang paling matang dan sederhana sehingga siswa dapat dengan jelas mengolah informasi terkait kreatifitas yang dibuat oleh Eriyanto.

“Apalagi UKM beliau berhasil menyabet Piagam Penghargaan sebagai UKM Pelopor Ketahanan Pangan di Provinsi Sumatera Selatan. Hal ini semakin meyakinkan kami kalau UKM beliau benar-benar unggul dari segi kualitas dan kesederhanaan ide orisinil,” sambung Suparno.

Sedangkan Eriyanto sendiri menerangkan jika UKM miliknya berawal dari bekal pengetahuannya yang didapat selama menimba ilmu di Jurusan Teknik Kimia IST Akprind, Yogyakarta. Pada akhir tahun 2015 lalu, Eriyanto mencoba membuat alat pengolahan ikan salai. Di kediamannya, ia merakit alat pembuat ikan salai berbentuk kontainer dengan ukuran lebar 1,2 meter, tinggi 1,8 meter dan panjang sekitar 4 meter. Alat yang dibuatnya ini memiliki kapasitas muat 300 kilogram ikan. Setelah proses pembuatan selesai, alat rakitan itu lalu langsung diujicobakan untuk menyalai ikan.

“Alhamdulillah, kami dipercaya oleh SMAN 1 Lubuklinggau untuk memberikan materi tentang Tekhnologi Tepat Guna. Jadi saya ceritakan sejarah awalnya agar para siswa mengerti ide kreatif muncul karena pengetahuan bertemu dengan kesempatan dan kebutuhan,” ungkap Eriyanto.

Dalam kesempatan tersebut juga dijelaskan oleh Eriyanto tentang mental enterpreneur. Ia menjelaskan butuh keberanian untuk menjadi seorang pengusaha. Tidak boleh coba-coba dan harus lebih tangguh dari rasa lelah.

“Motivasi itu harus ada terus di dalam diri kita, tidak boleh padam. Satukan kebutuhan dengan ide, niscaya kreatifitas kita akan ada manfaatnya untuk orang banyak,” ungkap Eriyanto.

Kegiatan tersebut dihadiri 70 siswa kelas X dari tiga kelas yang berbeda dengan empat guru pendamping. Yaitu Suparno selaku Waka Humas, Budianto selaku Waka Kesiswaan, Yeny Yulizah selaku Wakil Peningkatan Mutu dan Agus Sumadi selaku staf Humas. Kegiatan berlangsung sekitar dua jam dan diakhiri dengan berfoto bersama.

PENULIS: Bayu Pratama Sembiring
EDITOR: Dodi Chandra

Wako: Jadikan Diklat Sarana Menempah Diri dan Silaturrahim

SMAN 3 Lubuklinggau Dilempari Batu