BONGKAR - Terlihat beberapa lapak milik pedagang yang dibongkar serta angkut paksa oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau, Rabu (2/10) pukul 07.00 WIB. Foto: Jofan_Silmed
in

Begini Kondisi Pasar Saat Penertiban, Ratusan Lapak PKL Dibongkar Paksa

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Pemerintah Kota Lubuklinggau pada Rabu (2/10) pukul 07.00 WIB melakukan pembongkaran serta angkut paksa kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) yang masih belum ‘membereskan’ lapaknya di Pasar Inpres Lubuklinggau.

Pantauan Silampari Media, terlihat ratusan lapak semi permanen dibongkar oleh petugas. Lapak tersebut ada dibangun dengan menggunakan bahan kayu maupun besi. Pemilik lapak yang tidak ada ditempat langsung dibongkar oleh petugas. Namun masih ada saja beberapa pedagang yang berusaha membujuk petugas dengan meminta jangan membongkar lapak miliknya.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Surya Darma bahwa pihaknya sudah melakukan pemberitahuan kepada PKL, akan tetapi masih saja ada PKL yang ngeyel belum membongkar lapak mereka.

“Mau tidak mau, PKL yang belum membongkar lapak mereka, hari ini kami bongkar paksa. Karena pihak kami sebelumnya sudah melakukan pemberitahuan dari jauh hari,” tegasnya.

Dirinya juga menjelaskan, penertiban PKL ini sengaja dilakukan karena keadaan pasar sudah semakin semrawut.

“Kami tidak ingin pasar ini tidak enak dipandang. Karena kalau tidak dilakukan penertiban, lama kelamaan semakin semrawut. Artinya, masyarakat yang datang pun akhirny malas datang karena akses jalan pun sulit,” terang dia.

Sementara itu, salah satu pemilik lapak yang dibongkar, Ali (50) mengatakan bahwa dirinya bukan tidak mau membongkar lapak miliknya. Akan tetapi faktor kesibukan.

“Yo berapo hari ini kami nih ado kesibukan. Jadi informasi tu baru-baru inilah tahu. Tapi waktu kami kepasar sudah ado pembongkaran,” kata pria yang berjualan ayam ini.

Ia pun mengeluh jika harus pindah dari jualan di pinggir jalan. Karena mengakibatkan berkurangnya omzet.

“Kalau disini, sehari kami jual ayam biso 10 sampai 13 kg. Tetapi kalau dipindahkan yang pasarnyo sepi, sehari belum tentu ado sikok wong yang beli,” keluhnya.

Namun walaupun demikian, dirinya hanya bisa pasrah jika Pemkot Lubuklinggau ingin melakukan penertiban, asalkan ada solusi.

“Dak apo-apo asalkan jangan aku dewekan. Apo katek kejelasankejelasan,” tutup dia.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Guna melakukan penertiban umum dan kenyamanan pengguna jalan, Pemkot Lubuklinggau melarang keras bagi PKL yang memaksakan diri berjualan di badan jalan.

Hal ini berlaku di Pasar Inpres dan juga Pasar Kalimantan. Bahkan mulai Selasa (1/10), sudah terlihat Pemkot bersama instansi terkait seperti Sat Pol-PP, Kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana sudah turun ke pasar melakukan himbauan dan penertiban.

Ditemui dicela-cela kesibukkannya, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Lubuklinggau, H Surya Darma menjelaskan bahwa penertiban tersebut bukan untuk melarang pedagang berjualan akan tetapi membatasi saja.

“Penertiban yang dilakukan bukan untuk mengusir pedagang akan tetapi membatasi pedagang untuk tidak berjualan di badan jalan saat pukul 05.30 hingga 16.00 WIB. Akan tetapi kalau diatas itu silahkan saja,” katanya kepada Silampari Media.

Kendati demikian, ia melanjutkan bagi pedagang yang ingin berjualan waktu dilarang tersebut pihaknya memberikan solusi untuk berjualan di pasar-pasar yang telah disediakan.

“Kami memberikan solusi, silahkan mereka berjualan di Pasar Bukit Sulap, Pasar Satelit, Pasar Simpang Periuk, Pasar Rahma dan Pasar Gang Becek,” lanjut dia.

Di pasar tersebut juga menurut dia, pedagang tidak perlu khawatir karena tidak memiliki kios. Karena jumlah kios yang ada itu melebihi jumlah pedagang.

Untuk itu, dirinya menghimbau kepada semua pedagang untuk segera dibongkar lapak-lapak yang berada dibadan jalan, daripada diangkut paksa.

PENULIS : Jofan Saputra
EDITOR : Dodi Chandra

Simak Wawancara Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Lubuklinggau, Surya Darma kepada Silampari Media

97 Desa Cairkan ADD

60 Mahasiswa STAI-BS Dapat Bimbingan Pra Nikah