in

Bayar Nazar Kemenangan Jokowi-Amin, Anggota Banser asal Muratara Ini Jalan Kaki ke Istana Negara

MURATARA, Silmed.id – Seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) asal Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) melakukan aksi jalan kaki menuju Istana Negara di Jakarta.

Pria itu diketahui bernama Maskhun Arif Hidayat (48), warga Desa Bina Karya, Kecamatan Karang Dapo. Dia melakukan aksi tersebut karena ingin membayar nazarnya.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Muratara, Waroko Hakim ketika dikonfirmasi Silampari Media, Rabu (3/7/2019) membenarkan bahwa memang ada salah seorang anggota Banser yang tengah berjalan kaki menuju Istana Negara.

“Beliau punya nazar, kalau pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Kiai Ma’ruf Amin menang, dia akan jalan kaki ke Istana Negara,” kata Waroko.

Tujuannya selain ingin menemui Joko Widodo dan Kiai Ma’ruf Amin, dia juga akan berkunjung ke Kantor Pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kantor Pimpinan Pusat Ansor dan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sementara itu, Maskhun Arif Hidayat melalui Waroko Hakim menyampaikan, aksi jalan kaki yang dilakukannya mulai dari Desa Surya Adi, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menuju Istana Negara di Jakarta.

Maskhun Arif Hidayat

“Saya dari Kabupaten Muratara naik mobil, nah mulai dari Kabupaten OKI sampai Istana Negara saya akan jalan kaki,” kata Maskhun Arif Hidayat.

Dia melakukan aksi tersebut dalam rangka membayar nazar yang dijanjikannya apabila pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf meraih kemenangan pada pemilihan umum 2019.

“Selain untuk membayar nazar, saya juga akan menyampaikan aspirasi terkait keluhan masyarakat Desa Bina Karya khususnya dan masyarakat Kabupaten Muratara pada umumnya,” ujar dia.

Dia memprediksi perjalanannya akan memakan waktu lebih kurang selama 15 hari untuk sampai di Istana Negara dan dirinya optimis bisa mendapat kesempatan bertemu Joko Widodo dan Kiai Ma’ruf Amin.

Dalam perjalanannya itu, ia mengaku hanya membawa satu tas ransel, bendera Merah Putih dan bendera Ansor Kabupaten Muratara yang dipasang di tongkat.

“Dalam tas saya ada pakaian dan obat-obatan untuk sekedar antisipasi kalau sakit selama di perjalanan,” ujarnya.

 

PENULIS: Rahmat Aizullah
EDITOR: Dodi Chandra

Lagi, Kantor Dinas PUPR Muratara Ditutup Paksa

Punya 2.000 Ton Stok Beras, Bulog Optimis Aman Sampai Lebaran Haji