in

ASN Pegang Kendaraan Dinas, Catet!!! Hilang, Wajib Ganti Rugi

LUBUKLINGGAU, Silmed.id -Sekda Kota Lubuklinggau, HA Rahman Sani memimpin rapat Majelis Tuntunan Perbendaharaan dan Tuntunan Ganti Rugi (TPTGR) di Op Room Dayang Torek, Selasa (15/10/2019).

Inti dari rapat ini adalah membahas persoalan ganti rugi kehilangan kendaraan dinas milik Pemkot Lubuklinggau yang dipakai oleh ASN.

Menurut Sekda semestinya motor yang dipakai ASN harus diasuransikan. Hal ini merupakan pembelajaran bagi para ASN agar lebih berhati-hati dalam menjaga kendaraan dinas. Melalui harga perolehan, harga berdasarkan Peraturan Gubernur Sumsel No. 33 Tahun 2018 Tentang Perhitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun 2018 dan harga pasar akan memutuskan tuntunan perbendaharaan tuntunan ganti rugi (TPTGR) atas kendaran dinas dan barang investaris kantor yang hilang.

H Rahman Sani, Sekda Kota Lubuklinggau

ASN yang mengalami kehilangan kendaran dinas dan diminta ganti rugi sebanyak lima orang. Yang pertama Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Lubuklinggau, H Purnomo. Kendara yang hilang berupa motor Honda NF 100 SL Tahun 2007 BG 6368 HZ.

Kedua Kepala SD Negeri 11 Kota Lubuklinggau, H Iswandi Hasan (kendaraan yang hilang berupa motor Honda NF 100 SLD Tahun 2006), ketiga Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kota Lubuklinggau, Kholid kendaraan yang hilang berupa Honda Supra X 125 tahun 2013 BG 6713 HZ.

Keempat Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Lubuklinggau, Rachman (kendaraan yang hilang berupa motor Honda NF 11B2D1 M/T tahun 2013 dan yang kelima Kepala Seksi Pembinaan Kesertaan KB Badan Keluarga Berencana dan Pemberdaya Perempuan, Nasriwan kendaraan yang hilang berupa motor Suzuki smash tahun 2005 dengan BG 3082 HZ.

Dari segi kronologi kejadian melalui berbagai pertimbangan yang ada, diputuskan H Purnomo dikenakan ganti rugi senilai Rp 4125000 dengan angsuran Rp 171875 perbulan selama 24 bulan, H Iswandi dikenakan Rp 3750000 dengan angsuran Rp156250 perbulan selama 24 bulan, Kholid dikenakan Rp 6000000 dengan angsuran Rp 250000 perbulan selama 24 bulan, Rachmad dikenakan Rp 56250000 dengan angsuran Rp 243375 perbulan selam 24 bulan dan Nasriwan dikenakan Rp 1875000 dengan angsuran Rp 78125 perbulan selama 24 bualn.

Apabila dalam jangka waktu yang telah ditetapkan ASN yang bersangkutan tidak dapat melunasi maka akan dikenakan sanksi sesuai peraturan Perudangan-undangan yang berlaku. (*)

Syarif Hidayat Resmikan BNK Muratara

Walikota Suapkan Potongan Tumpeng ke Istrinya, Ultah ya?