AUDIENSI : Perwakilan Pengurus ASHAR beraudiensi bersama Ketua Tim Terpadu Pemetaan Peta Grand Linggau Madani sekaligus Wakil Walikota Lubuklinggau, H. Sulaiman Kohar di ruang kerjanya, Kamis (29/08/2019). Audiensi membahas terkait perkembangan penanganan tuntutan warga terhadap lahan Eks. PT. Cilencreng. Foto : Bayu Silmed
in

Sulaiman Kohar : Tunggu Pak Wali Pulang Kita Audiensi Lagi

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Aliansi Selamatkan Hak Rakyat (ASHAR) yang selama ini konsisten mendampingi masyarakat di delapan kelurahan yang terdampak permasalahan lahan eks PT Eks Cikencreng kembali mendatangi Ketua Tim Terpadu Pemetaan Peta Wilayah Grand Linggau Madani, H. Sulaiman Kohar, Kamis (29/08/2019) sekira Pukul 13.30 WIB di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Lubuklinggau, Jalan Garuda Kelurahan Kayuara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Kedatangan ASHAR dalam rangka mengkoordinasikan sudah sejauh mana progres yang dilakukan oleh Tim Terpadu dan Pihak Pemerintah Kota terhadap ganti rugi lahan maupun tanam tumbuh milik warga. Menurut Fran Sembiring, Koordinator ASHAR, pihaknya mendatangi Ketua Tim Terpadu karena menurutnya waktu yang telah disepekati untuk menyelesaikan dalam waktu dekat tidak ada titik terang.

“Kemarinkan ngomongnya dalam waktu dekat, nah sampai saat ini belum ada kabar sama sekali. Makanya kami jemput bola ke sini untuk mencari tahu sudah sampai sejauh mana prosesnya,” ujar Fran yang didampingi beberapa pengurus ASHAR lainnya.

ASHAR secara kontinu akan terus mengingatkan Pemkot terkait permasalahan Cikencreng, yang pada akhirnya nanti akan mencapai titik toleransi yang tidak menutup kemingkinan warga akan menggelar aksi masa jilid III.

“Kita semua jangan main-main dengan ini, karena ini menyangkut hajat orang banyak. Kami mengapresiasi bapak Wakil Walikota menyambut baik kami disini menjelaskan progresnya, namun sayangnya beliau tidak bisa menyimpulkan karena masih harus menunggu Walikota,” sambung Fran.

Sementara itu, H. Sulaiman Kohar selaku Ketua Tim Terpadu menyambut baik kedatangan ASHAR di ruang kerjanya. Ia mengatakan bahwa saat ini sedang dalam tahap pendataan siapa-siapa saja penggarap kebun di sana.

“Kami masih melakukan pendataan terhadap siapa-siapa yang menggarap lahan di sana, Tim Terpadu saat ini fokusnya di sana, terkait masalah ganti rugi lahan atau tanam tumbuh kami tidak bisa berbicara jauh karena itu domainnya Walikota,” ujar Suko, sapaan akrab Sulaiman Kohar.

Dirinyapun bersedia untuk kembali beraudiensi bersama masyarakat melalui ASHAR bahkan bersama dengan Walikota yang dimaksudkan bisa menjawab secara pasti tuntutan warga.

“Tunggu pak Wali pulang, nanti kita audiensi lagi langsung dengan beliau, secepatnya akan kami kabarkan,” tutup Sulaiman Kohar.

Audiensi berlangsung singkat sekitar satu jam yang berakhir pada Pukul 14.30 WIB.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

17 Desa di Musi Rawas Ditetapkan Jadi Desa Wisata

Pasca Tertangkapnya Kades Durian Remuk Saat Pesta Narkoba dan Kepemilikan Senpira