Aparat TNI dari Kodim 0406/MLM dan Kepolisian Polres Musirawas berupaya memadamkan kebakaran lahan di Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara, Kamis (12/9/2019). Foto : ist
in

Api Sulit Dipadamkan, Diduga Ratusan Hektar Lahan di Karang Dapo Terbakar

MURATARA, Silmed.id – Kasus kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Musirawas Utara masih terus terjadi.

Dikatakan Apri (23) warga Kecamatan Karang Dapo kepada Silampari Media bahwa hari ini (Kamis,12/9/2019) merupakan hari ke enam kebakaran yang menghanguskan lahan gambut, kebun sawin dan karet. Kata dia, upaya pemadaman kebakaran hebat yang terjadi sulit dilakukan banyaknya titik api dan tidak adanya air di lokasi kejadian.

“Masyarakat desa terdekat merasa takut dan cemat, sebab lokasi kebakaran diperkirakan hanya berjarak sekitar dua kilometer dari pemukiman warga. Lahan yang telah terbakar diperkirakan mencapai ratusan hektar hingga hari ke enam ini,” terang Apri.

Upaya pemadaman yang dilakukan Tim Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan), menurut Apri yang dipimpin langsung oleh Dandim 0406/MLM, Letkol Inf A’an Setiawan didampingi Kapolres Musirawas, AKBP Suhendro dan Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Musirawas Utara, Sarmidi serta perwakilan dari PT DMIL (Dendi Marker Indah Lestari) sejak Rabu (11/9/2019) tidak dapat berbuat banyak.

“Tim Karhutla yang memadamkan api hanya menggunakan peralatan seadanya, sehingga belum dapat memadamkan api yang terlanjut membesar dan terjadi di beberapa titik,” ujarnya.

Dandim 0406 MLM, Letkol Inf, A’an Setiawan, saat dimintai keterangan membenarkan bahwa lahan yang dibakar tersebut adalah lahan perusahaan yakni lahan gambut yang kedalamanya mulai setengah hingga satu meter. Dimana kebakaran tersebut diduga sengaja dibakar oleh oknum.

“Kebakaran tersebut telah menghanguskan lahan perkebunan kelapa sawit produktif seluas 25 hektar untuk satu titik,” jelasnya.

Berkaitan hal itu, pihaknya juga telah meminta pihak perusahaan agar melakukan pemadaman maupun membuat kanal menggunakan alat berat agar api dapat dijinakan.

Mengenai kasus tersebut, pihaknya juga katakan adanya indikasi kebekaran yang disebabkan oleh tangan manusia yang tidak bertanggung jawab tersebut telah ditindak lanjuti oleh pihak Polres Mura guna melaksanakan penyelidikan lebih lanjut.

“Dengan kondisi kering sekarang jika disebabkan oleh potong rokok yang dibuang tidak terbakar. Tapi hal ini dibakar,” tegasnya.

Untuk itu, dirinya menghimbau, dimusim kemarau yang sejak bulan Juli hingga Oktober lebih panjang waktunya dari tahun belakang, sehingga diminta jangan manfaatkan situasi kering ini oleh pihak-pihak terkait.

“Kondisi kemarau ini jangan sampai membuang potong rokok sembarangan. Komplik antar masa dengan perusahaan, Perusahaan dengan perusahaan jangan dilampiaskan dengan membakar karena dampaknya masyarakat banyak,” pesannya.

Disinggung luasan yang telah terbakar sudah seluas 40 hektar. “Ada sekitar 40 hektar lebih lahan terbakar, baik lahan perusahaan maupun lahan perkebunan rakyat. Tapi sejak Juli kejadian kebakaran baru kali ini kebakaran yang paling luas,” jelasnya.

Sementara pihak perusahaan sendiri Manejer PT DMIL, Rawi, mengatakan bahwa kebakaran tersebut tidak diketahui apakah dibakar atau terbakar.

“Yang pasti api itu bukan berasal dari kebun, tapi berasal dari ladang masyarakat. Dan lahan terbakar kurang lebih ada 6 hektar yang terbakar,” ujar Rawi Manejer Dendi Marker.

Sedangkan Bupati Muratara, H.M Syarif Hidayat mengatakan bahwa hasil dari tim Pemda Muratara untuk kebakaran lahan gambut perusahaan sudah terbakar sekitar 15 hektar.

“Malam kemarain bahkan sudah turun kelapangan terus berupaya bersama tim memadamkan api bagi titik api yang terpantau,” kata H.M Syarif Hidayat.

Dilanjutkanya, pihaknya menghimbau kepada warga agar jangan sembarangan membuang potong rokok sembarangan dimusim kemarau. Dan untuk kepala desa juga telah kami sampaikan himbauan agar menyampaikan kepada warganya agar jangan bermain-main api di musim kemarau.

Diainggung mengenai Lahan yang dibakar tersebut, dirinya katakan bahwa hal itu sedang ditindak lanjuti pihak kepolisian. Jika terbukti benar maka akan diperoses hukum.

“Karena kebakaran yang disebabkan sengaja dibakar maka kena undang-undangnya,” tutupnya.

PENULIS : Aulia Azan Siddiq

HMI Desak Polres Musirawas Ungkap Kasus Pengeroyokan Terhadap Kadernya

Viral Video Xanana Gusmao Cium Kening Habibie, Ini Penjelasannya