Konvoi mobil pengangkut hasil Galian C, di Kelurahan Air Temam, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I. Mobil-mobil pengangkut hasil Galian C membuat warga mengeluhkan dampaknya, seperti debu yang menutupi pinggir jalan dan atap warga, hingga suara bising yang menganggu tidur warga di malam hari. Foto : Bayu Silmed
in

Aktivitas Galian C di Air Temam Ganggu Kenyamanan Masyarakat

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Permasalahan galian C ilegal nampaknya masih menjadi permasalahan serius di Kota Lubuklinggau, baik dari segi lingkungan maupun kenyamanan masyarakat. Hal ini nampak dari beberapa keluhan dari warga, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Galian C yang diduga ilegal nampak masih aktif beroperasi hampir di setiap sudut kota. Mulai dari Lubuklinggau Barat, Lubuklinggau Utara, hingga Lubuklinggau Selatan.

Seperti misalnya di Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, tepatnya di RT 02, Kelurahan Air Temam, ada titik galian C yang menimbulkan keresahan warga. Disampaikan oleh SD (45) warga yang sama dengan alamat Galian C, kepada Silampari Media, Selasa (3/9/2019). Ia menerangkan jika Galian C telah ada sejak bertahun-tahun dengan meninggalkan beberapa permasalahan.

“Kadang mobil pengangkut hasil galian itu jalannya ngebut-ngebut, hingga tanah dan debu menutupi jalan hingga atap rumah warga. Bahkan warung di pinggir jalan juga terdampak debu,” ujar SD.

Menurut dia, Galian C tersebut merupakan milik salah satu pengusaha yang juga berdomisili di Air Temam, namun sudah beberapa kali warga hendak beraudiensi tetapi tidak ditanggapi.

“Tanah itu awalnya dibeli oleh pengusaha itu, kemudian dia buat jadi Galian C. Kami sering sampaikan keluhan, namun dari pengusaha itu sendiri maupun pihak Kelurahan tidak ada yang menanggapi,” sambung SD.

Senada dengan yang disampaikan SD, JJ (39) yang juga warga sekitar Galian C mengaku sudah beberapa kali menyatakan keberatan dengan pengusaha Galian C, namun tetap tidak ada solusi yang memuaskan.

“Cuma ada penyiraman jalan yang ala kadarnya, keluhan masyarakat malahan diabaikan. Kalau bisa mobil itu kalau lewat ya pelan-pelan jangan seperti jalannya sendiri. Ada masyarakat lain yang juga menggunakan jalan itu,” ujar JJ.

JJ juga menyebutkan beberapa warga sudah tidak peduli lagi itu legal atau ilegal, yang penting kepentingan masyarakat juga diutamakan. Seperti misalnya jam operasi yang harus dibatasi jangan sampai menganggu warga yang ingin istirahat.

“Sudahlah kami juga tidak ingin menahan rezeki orang, kalau memang apa yang terjadi itu banyak yang dapat rezeki kami ikhlas, asal kepentingan dan kenyamanan masyarakat jangan diganggu. Operasi kadang tidak kenal waktu sampai jam 2 jam 3 subuh, orang kan juga mau istirahat” ungkap JJ.

Sementara itu, salah satu Anggota Legislatif yang berasal dari Dapil 3, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I dan Selatan II, Hambali Lukman, mengiyakan keluhan warga tersebut. Dirinya juga sudah memberikan rekomendasi kepada pemerintah setempat dan pengusaha pemilik Galian C untuk duduk bersama masyarakat dan mendengar keluhan masyarakat.

“Iya kami sudah terima keluhan warga, kami juga sudah sarankan pihak Kelurahan dan pengusaha untuk membicarakannya bersama masyarakat terkait keluhannya, agar tidak terjadi miss komunikasi di masing-masing pihak,” ungkap pria yang juga merupakan Sekretaris PDI Perjuangan Cabang Kota Lubuklinggau itu.

Selain itu dirinyapun akan membawa permasalahan Galian C ini ke rapat fraksi, komisi, maupun paripurna karena sudah sangat krusial.

“Hal ini sudah krusial, kita tidak tahu sejauh mana legalitas Galian C yang ada di Kota Lubuklinggau, sehingga isu ini harus disampaikan di rapat resmi anggota dewan. Apalagi kalau para pengusaha terkesan acuh dengan kepentingan dan kenyamanan masyarakat,” tutupnya.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Usai Pemilihan OSIS, SMAN2 Serah Terima Jabatan

5 Model Raih Juara Lomba Karnaval