in

ABPEDNAS Sumsel Menduga Ada Pelemahan BPD

MUSIRAWAS,Silmed.id – Kerap terlibat tindak pidana dalam menjalan tugas, diduga ada unsur pelemahan BPD secara sistemik. Demikian disampaikan Ketua DPD Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Provinsi Sumatera Selatan, Junaidi kepada Silampari Media, Kamis (04/06/2020).

“Selama 2020 ini, sudah dua BPD mendekam di penjara karena terlibat tindak pidana, keduanya yakni BPD Tri Anggun Kecamatan Muara Lakitan dan BPD Banpres Kecamatan Tuah Negeri,” kata Junaidi.

Dijelaskan dia, perlu dipahami semua pihak bahwa UU nomor 6 tahun 2016 tentang desa diberlakukan. Namun masih banyak BPD belum memahami tugas pokok dan fungsi (Tupoksi).

“Saya menduga adanya kesengajaan dan upaya secara sistemik melemahkan keberadaan BPD, sebagai bagian dari sistem pemerintahan di desa,” paparnya.

Indikasi pelemahan BPD terlihat dengan rendah insentif BPD, bahkan sangat tidak layak bagi institusi pemerintahan dalam sistem ketatanegaraan NKRI. BPD oleh para pejabat yang berwenang lebih ditekankan pada posisi kemitraan pemerintah desa, bukan pada fungsi anggaran, fungsi legeslasi dan fungsi aspirasi.

“BPD hampir tidak pernah ditingkatkan kapasitasnya dalam bentuk pembinaan dan pelatihan,” ujarnya.

Lanjut dia, dampak dari pelamahan yakni BPD rendah daya awas dan kontrolnya terhadap Pemdes, BPD laksana pelengkap semata bagi Desa Dan Pemdes.

PENULIS : Dedi Ariyanto

Terakhir Distribusi Sembako Tahap Tiga di Dua Kecamatan

Dihantam Pandemi, Harga Cabai di Pasaran Anjlok