Ketua TP PKK Lia Mustika Syarif didampingi Kadinkes Marlinda Sari saat menghadiri acara FGD.
in

86 Kasus Stunting Di Muratara

MURATARA, Sil Med – Di Kabupaten Muratara tahun 2019, ada sebanyak 86 kasus stunting, sehingga diharapkan jumlah tersebut menurun bahkan nol walaupun itu mustahil. Tapi tidak ada yang tidak mungkin asalkan serius dilaksanakan.

Banyak program dalam mengentaskan masalah Stunting, mulai pemberian makanan bergizi tambahan, sosialisasi  gerakan masyarakat sehat (Germas) dan peningkatan peran Posyandu.

“Adanya pemahaman pemerintah desa, kalau Posyandu tarnggungjawab Puskesmas itu salah, karena Puskesmas tanggungjawab Kepala Desa (Kades) dalam hal ini Ibu Kades selaku ketua Kadera Posyandu. Puskesmas hanya pendampingan,” Kata ketua TP PKK Muratara Lia Mustika Syarif saat memimpin acara Focus Group Discussion (FGD) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Dinkes Kabupaten Muratara.

Menurut Lia Mustika, Dalam hal layanan kemasyarakat, setiap Puskesmas memilki satu ambulance, bahkan sekarang setiap desa ada ambulance khusus untuk pelayanan kesehatan.

“Setiap Petugas Puskesmas lakukan pelayanan kesehatan dengan pola jemput bola, atau mendatangi ke rumah pasien langsung,”ujarnya.

Lis Syarif juga menambahkan, dalam mengurangi stunting, adanya pemberian pemahaman akan program Keluarga Berencana (KB).

Petuah orang lama, Banyak anak banyak rezeki, walaupun bertentangan dengan program Keluarga Berencana (KB), dirinya setuju, asalkan terurus, kebutuhan jasmani dan rohani terpenuhi.

“Pepatah banyak anak banyak rezeki saya setuju, asalkan terurus, dan lebih bagus lagi ikut program KB, cukup dua anak, agat anak-anak tumbuh sehat dan berkualitas,”katanya.

Lia Syarif juga menegaskan, tidak mau jumlah AKI-AKB ada peningkatan, bahkan walaupun ada AKB-AKI.

“Saya tidak mau tidak dilaporkan, Memang Kabupaten Muratara, rendah dalam kesehatan, tapi itu menjadi memacu untuk berubah menjadi baik,”ujarnya.

Disisi lain, Kadinkes Kabupaten Muratara, Marlinda dalam penentuan penderita stunting, terlebih dahulu harus satu pemahaman dulu, sebelum turun kelapangan.

Jadi jelas mana yang masuk kategori stunting, Jadi data yang didapatkan sesuai dengan semsetinya.

“Untuk kasus stunting atau AKB, AKI Harus dilaporkan, sakit atau meninggal, baik di Polindes, Puskesmas maupun di RSUD, Sebagai intruksi Ibu Ketua PKK, Jangan ada permasalahn gizi dilapangan yang ditutup-tutupi,”pungkasnya.

PENULIS : Hengki Pransis

EDITOR : Aulia Azan Siddiq

 

Suyitno Kembali Pimpin PDI Perjuangan Lubuklinggau, Hambali Tetap Sekretaris

Akses Musi Rawas – Muratara ‘Hujan’ Debu