in

50 Peserta Ikuti Pelatihan Batik, Jumputan dan Design Fashion

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Bertempat di Gedung Dekranasda Kota Lubuklinggau, berlangsung kegiatan pelatihan Batik, Jumputan dan Design Fashion serta kegiatan Fasilitasi Promosi atas Produk Industri Kecil Menengah tahun 2019, Jum’at (11/10/2019).

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama empat hari, dari 11-14 Oktober 2019. Pesertanya sebanyak 50 orang dari kalangan pelajar dan umum.

Ketua Dekranasda sekaligus Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana menerangkan, ada dua kelas dalam kegiatan ini yakni kelas membatik 25 orang dan kelas fashion 25 orang.

Narasumbernya dari Jogja yakni Pembatik Endang Wilujeng dan Designer Yuliana Fitri. Juga nantinya ada lomba batik dan design fashion di Lippo Plaza pada 15-16 Oktober mendatang.

Sementara itu, Kabid Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Yudi berharap melalui kegiatan ini, industri batik dan fashion semakin berkembang menjadi lebih baik lagi.

“Karena permintaan konsumen semakin meningkat terutama berupa bentuk jadi, maka kami juga mengembangkan diri dari produksi kain batik menjadi baju, tas, topi dan kerudung,” jelas Yudi.

“Ini salah satu upaya kita menambah kelompok designer di Lubuklinggau. Disini kita juga bisa sharing dan pelatihan ini diperuntukkan bagi yang serius. Pada tanggal 16 nanti juga akan digelar fashion show,” jelasnya.

Sementara itu, Yuliana menjelaskan mengenai tata cara mendesain baju secara benar sesuai dengan ciri khas daerah dan juga tidak merubah historical dari batik itu sendiri.

“Sebenarnya batik Sumsel sendiri sudah mulai ada sejak 300 tahun lalu. Namun yang baca itu 100 tahun lalu. Untuk wilayah Indonesia Bagian Barat yakni Sumatera dan Jawa itu pembuatan batiknya memiliki beberapa attitude yakni tidak diperbolehkan motif berbentuk manusia dan hewan,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa nantinya rencananya akan di tampilkan juga pada Jogja Fashion Week.

SOURCE : Diskominfo Lubuklinggau

Pentol Ndower Obbot, Jajanan Pedas Kekinian Yang Ramah di Kantong

Menjelang HUT, Kota Lubuklinggau `Banjir` Durian