Tumpukan sampah yang berada tidak jauh dari kantor Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Foto : Bayu Silmed
in

Miris Kantor Camat “Dikepung” Sampah

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Lagi-lagi sampah menjadi polemik tersendiri di tengah-tengah masyarakat. Ada yang menyayangkan kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, namun tak jarang juga yang mengkritisi pemerintah setempat yang dinilai abai terkait permasalahan sampah.

Seperti misalnya di komplek Kantor Camat Lubuklinggau Utara I yang dikepung sampah, beberapa warga menyayangkan kejadian tersebut karena lokasi pembuangan sampah ilegal berada dekat dari Kantor Camat Lubuklinggau Utara I. Seperti yang diungkapkan M. Senen (39), warga Kelurahan Taba Baru yang sehari-harinya berkegiatan melewati jalan di samping kantor Camat Lubuklinggau Utara I, ia merasa pihak kecamatan masih abai dan merasa permasalahan sampah itu tidak penting.

“Saya tiap hari lewat jalan tersebut, tumpukan sampah makin bertambah tiap harinya. Padahal jaraknya cuma 50 meter dari Kantor Camat. Tapi sepertinya belum ada upaya serius dari pihak kecamatan mengatasi masalah sampah yang ada di sini,” ujar Senen kepada Silampari Media seraya menunjuk lokasi sampah yang benar berada di pinggir Jalan Samping Kiri Kantor Camat Lubuklinggau Utara I.

Dirinya mengungkapkan sampah tersebut kemungkinan sampah lama yang menumpuk, namun karena tidak dipindahkan/dibersihkan warga yang lain akhirnya menjadikan tempat tersebut jadi tempat pembuangan sampah, ironisnya seolah tidak ada perhatian dari pihak kecamatan bahkan papan plang jangan buang sampah sembarangan pun tidak ada.

Selain Senen, kritik juga datang dari Ketua Karang Taruna Kelurahan Petanang Ulu, Zaudi Harlian. Ia menyayangkan Kantor Camat yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Petanang Ulu itu yang seharusnya menjadi ikon Kecamatan malah terkepung sampah.

“Saya putra asli Petanang Ulu sebenarnya sangat menyayangkan adanya oknum warga yang membuang sampah sembarangan, apalagi lokasinya di dekat kantor camat. Kami dari Karang Taruna pernah beberapa kali hendak gotong royong namun tidak ada tanggapan dari pihak Kelurahan. Mungkin Lurah yang baru ini bisa diajak kerjasama, kami siap gotong royong membersihkan sampah tapi pemerintah harus juga ikut andil. Kan katanya Kota Lubuklinggau sering mendapat piala Adipura,” tegas Zaudi.

Sama halnya dengan apa yang disampaikan oleh Alek Chandra (28) yang juga merupakan warga Kelurahan Petanang Ulu Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Ia merasa miris dengan keadaan banyaknya tempat pembuangan sampah ilegal.

“Kami sebenarnya malu dengan keadaan seperti ini, kantor Camat kami dikepung sampah, kalau yang di belakang itu sekitar 50 meter dari kantor Camat anggaplah tidak dilihat orang, tapi yang berada di sebelah kiri kantor Camat itu sekitar 20 meteran, tumpukan sampah malah sudah merambat tepat menyentuh DMJ Jalan Lintas Sumatera, kan semua orang bisa melihatnya itu,” ungkap Alek.

Alek menduga sampah tersebut kiriman dari warga di luar kelurahannya.

“Itu mungkin dari warga lain di luar kelurahan kami, tapi dampaknya masuk kelurahan kami. Harapan kami warga harus sensitif dengan permasalahan ini, dan pemerintah di mohon jangan abai khususnya pihak kelurahan dan Kecamatan. Minimal berikan solusi kepada warga jangan seolah-olah ikut membiarkan,” tambah Alek.

Terkait hal tersebut Camat Lubuklinggau Utara I, Firdaus Abky meminta semua unsur bersinergi untuk mengatasi masalah sampah yang ada, jangan hanya membebankannya dengan Pemerintah.

“Persoalan sampah sebenarnya tanggung jawab kita semua artinya sepenuhnya tidak bisa diserahkan hanya kepada pemerintah. Sebab sehebat apapun penataan dan himbauan yang dilakukan pemerintah, namun tidak didukung oleh kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat tentu semuanya akan sia sia. Oleh karena itu menurut saya disamping pemerintah mengupayakan lingkungan tetap bersih tentu diperlukan dukungan dari masyarakat akan kesadaran arti penting nya hidup seha,” ungkap Firdaus.

Dirinya juga mengungkapkan peran penting media untuk ikut mensosialisasikan hidup bersih dan sehat. Ia juga sudah memberikan perintah kepada Lurah dan RT terkait untuk mensosialisasikan jangan membuang sampah sembarangan.

“Tentu juga media diperlukan dukungannya untuk mepublikasi kepada masyarakat. Terkait permasalahan sampah saya sudah perintahkan lurah dan RT untuk mengingatkan masyarakat. Tapi kenyataannya kesadaran masyarakat belum juga muncul. Kenyataannya masih saja membuang sampah disitu. kedepan akan terus kita ingatkan terutama lurah dan RT agar tetap melakukan pengawasan sehingga masyarakat tidak sembarangan membuang sampah,” tambahnya.

Terkait masalah sampah yang sudah menggunung pihaknya akan berkoordinasi dengan lurah dan Ketua RT agar masyarakat mau bergotong-royong membersihkan sampah.

“Saya akan perintahkan Lurah dan ketua RT untuk memberitahu warga agar gotong royong membersihkan sampah,” tutupnya.

Ya semoga saja harapan warga memiliki daerah yang bebas sampah dapat terealisasi, dan Adipura bukan hanya sekedar piala yang tanpa arti.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Satu Semester, Lubuklinggau Tambah 962 Pasang Pengantin Baru

PLN Gelar Operasi P2TL