in

2020 UMK Musi Rawas Rp3.195.273

MUSI RAWAS,Silmed.id – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Musi Rawas (Mura) tahun depan naik sebesar 8,51 persen. Demikian disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), H Mifta Joni melalui Kasi Pengupahan dan Kelembagaan Hubungan Industrial, Tantri Rianti, Kamis (14/11/2019).

Ia menjelaskan, UMK pada 2020 akan mengalami kenaikan sebesar 8,51 persen dari UMK 2019 sebesar Rp.2.944.681 menjadi Rp 3.195.273.

Penetapan UMK lanjut Tantri, didasari nilai inflasi dan produk domestik bruto (PDB). Dimana sesuai surat Kepala BPS RI Nomor B-249/BPS/1000/2019 tertanggal 2 Oktober 2019, tentang inflasi nasional dan pertumbungan ekonomi nasional, inflasi nasional sebesar 3,39 persen sedangkan untuk pertumbuhan PDB 5,12 persen.

Masih kata Tantri, Disnakertrans Mura selanjutnya akan melakukan sosialisasi, dengan melibatkan seluruh perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Mura. Sehingga nantinya dapat menerapkan UMK tersebut kepada setiap pekerja.

“Setelah itu, kami juga akan melakukan monev dan monitoring dengan turun langsung ke perusahaan dengan melihat rekap gaji para pekerja. Hal itu biasa kami lakukan setiap tahun,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Musi Rawas dan Musi Rawas Utara, Alwi Umri Harahap mengatakan, jika angka itu sudah layak.

“Beberapa waktu yang lalu dewan pengupahan sudah menetapkan besaran kenaikan UMK Mura untuk tahun depan sebesar 8,51 persen,”kata Alwi.

Dia juga mengatakan, jika kenaikan itu merupakan ketentuan yang harus dipatuhi oleh setiap perusahaan yang ada di seluruh Indonesia.

Pasalnya, Sambung Alwi itu merupakan peraturan pemerintah. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan pihak perusahaan bisa mengajukan keberatan setelah di sahkannya Surat Keputusan (SK) kenaikan UMK oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel).

“SK nya akan dikeluarkan Januari 2020 nanti. Bagi perusahaan yang tidak sanggup bisa mengajukan keberatan. Sebab hal itu diperbolehkan dan diberikan waktu selama 10 hari setelah SK keluar,”jelas Alwi.

Namun, jelas Alwi, dia berharap tidak ada perusahaan yang keberatan dengan UMK yang sudah disepakati bersama dewan pengupah Mura, sebab semuanya sudah turun mengecek langsung standar hidup layak bagi buruh.

PENULIS : Sutrisnak
EDITOR   : Dedi Ariyanto

Bawaslu Umumkan Rekrutmen Panwaslucam

Permasalahkan SBW di Dekat Permukiman, PPMI Lubuklinggau Surati Pemkot