ANTRI. Sejumlah warga Musi Rawas antri di Pengadilan Negeri Lubuklinggau untuk mendapatkan surat keterangan sebagai salah satu syarat mendaftar Calon Anggota BPD, Senin (22/7/2019) Foto: Trisnak_Silmed
in ,

200 Calon BPD Penuhi Pengadilan Negeri Lubuklinggau

Baru Buka Tiga Hari

MUSIRAWAS, Silmed.id -Antusias warga untuk mendaftar menjadi calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) cukup tinggi. Seperti yang terlihat di Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Senin (21/07/2019) siang.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga yang meminta Surat Keterangan Pengadilan Negeri bahwa tidak sedang dicabut hak pilihnya sesuai dengan putusan pengadilan yang telah mempunyai hukum tetap .

Hedri Agustian,Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Pengadilan Negeri Lubuklinggau mengatakan, pihaknya sudah menerima 200 orang untuk meminta surat keterangan dari pengadilan.

“Dari Jum’at (19/7/2019) sampai dengan Senin (22/7/2019) sudah 200 orang yang meminta surat keterangan,” kata Hendri Agustian kepada Silampari Media.

Akan tetapi ia mengatakan jika data itu diprediksi akan bertambah mengingat batas waktu pendaftaran masih lama.

“Kemungkinan akan bertambah, apa lagi ada dua kabupaten yang akan memilih Badan Permusyaratan Desa,” tambah Hendri.

Adapun syarat untuk mengambil surat keterangan dari pengadilan,warga yang ingin mencalonkan diri sebagai anggota BPD cukup fotokopi Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku, Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Fotokopi Kartu Keluarga (KK), Pas poto 4×6 latar merah tiga lembar serta menunjukan dokumen asli SKCK dan KTP.

Sementara itu, Budiman (47) salah seorang calon anggota BPD Desa Bangun Rejo, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas mengatakan dirinya memang datang untuk meminta surat keterangan dari Pengadilan Negeri Lubuklinggau guna melengkapi syarat untuk mendaftar menjadi calon anggota BPD.

“Syarat untuk mendaftar menjadi calon BPD itu ada 20, dimana satu diantaranya dari pengadilan,” tutupnya.

PENULIS : Sutrisnak
EDITOR: Dodi Chandra

Hanya TP Kepungut Lunas PBB-P2

GMNI: Kejari Jangan Seperti “Bedil Buluh” Kuat Suaranya, Namun Efeknya Tidak Ada