in

20 Ribu Bibit Ikan Jelawat “Pindah Rumah” ke Sungai Malus

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Semakin drastis berkurangnya endemik asli ikan sungai di aliran Sungai Malus, membuat Dinas Perikanan Kota Lubuklinggau bersama dengan Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Pesona Malus Berseri berinisiasi melakukan restocking ikan sungai di Sungai Malus.

Kegiatan restocking dipusatkan di Lokasi Wisata Edukasi Lubuk Gaah, Aliran Sungai Malus, RT.04, Kelurahan Petanang Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Rabu (4/11/2020).

Kepala Dinas Perikanan Kota Lubuklinggau, Eka Ardi Aguscik, menerangkan bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk kepercayaan pemerintah kepada masyarakat.

“Masyarakat saat ini telah membentuk Pokmaswas, yang kami harapkan masyarakat secara sadar bisa ikut mengawasi ekosistem perairan di daerahnya. Nah sebagai bentuk kepercayaan kita lakukan penebaran benih ikan di sungai Malus, dan masyarakatlah yang akan menjaganya nanti,” ujarnya.

Sementara untuk jenis ikan yang ditebar adalah ikan sungai jenis Jelawat yang merupakan ikan asli sungai yang bisa mencapai ukuran hingga 30 cm dan berat hingga dua kilogram. Jumlah yang ditebar lebih kurang 20 ribu ekor.

Eka juga menjelaskan saat ini pihaknya tengah memperjuangkan diterbitkannya Peraturan Walikota tentang Pengawasan dan Perlindungan Ekositem Sumber Daya Ikan Perairan umum Daratan di Kota Lubuklinggau.

“Kami akan perjuangkan adanya Perwal yang akan menjadi landasan hukum teman-teman Pokmaswas agar legalitas mereka benar-benar kuat. Selain di Malus, Pokmaswas juga akan dibentuk di Kelurahan Batu Urip, Kelurahan Kupang, Kelurahan Linggau Ilir, dan Danau Cewot.

Sementara itu, Pendamping Pokmaswas Pesona Malus Berseri, Helman Stia Budi, berharap agar Sungai Malus menjadi pilot project bagi komunitas perairan di Kota Lubuklinggau agar menjadi kawasan konservasi berbasis eduwisata.

“Insya Allah kami akan perjuangkan aliran sungai malus ini menjadi percontohan bagaimana ekosistem sungai yang sehat dan menjaga kelestarian ikan endemik asli sungai. Bahkan ke depan kami berharap kawasan ini akan menjadi kawasan konservasi yang berbasis eduwisata,” ujar pria yang juga aktif di Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluh Perikanan Provinsi Sumatera Selatan itu.

Selain itu dirinya juga menjelaskan bahwa kegiatan restocking ini bertujuan untuk menyuplai kembali ikan-ikan asli sungai yang sudah mulai berkurang jumlahnya.

“Kegiatan ini diharapkan akan ada bibit-bibit baru ikan sungai yang akan berkembang biak dan akan eksis di perairan sungai Malus,” tambahnya.

Ketua Pokmaswas Pesona Malus Berseri, Arawis, berharap agar kegiatan ini bukan hanya sekedar formalitas.

“Namun semoga juga bisa menjadi prasasti keteguhan hati kita untuk berjuang bersama dan bertanggungjawab terhadap ekosistem sungai dan kelestariannya. Ikan-ikan bisa besar dan melengkapi keasrian sungai malus,” terang pria yang juga aktif di Lembaga Swadaya Masyarakat itu.

Dirinya juga berharap agar masyarakat bisa sadar untuk bersama menjaga kelestarian sungai dan ekosistemnya.

“Stop menebar putas, stop melakukan kegiatan setrum. Karena itu dapat merusak ekosistem, ikan yang kecil maupun yang besar akan mati, kualitas airpun bisa rusak. Yang rugi sebenarnya ya masyarakat sendiri,” harap Arawis.

Kegiatan pelepasan bibit ikan di Lubuk Gaah aliran Sungai Malus Kelurahan Petanang Ilir tersebut juga dihadiri oleh Babinsa, Ketua RT, serta seluruh anggota Pokmaswas Pesona Malus Berseri.(rls).

Saat Diisolasi, Pekerja PT Medco Meninggal Dunia

PWI Mura Audiensi Dengan DPMD