in

100 Pasutri Akan Sidang Isbat Nikah

MUSIRAWAS,Silmed.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Musi Rawas, memberikan kuota 100 pasangan suami istri (Pasutri) untuk sidang isbat.

“Kami menerima pengajuan pendaftaran sidang itbat nikah. Dimana, dengan adanya itsbat nikah agar pasangan suami istri (Pasutri) bisa mendapatkan buku nikah dan pernikahannya terdaftar secara negara. Pada 2020, kuota sidang isbat sebanyak 100 pasang,” kata Kepala Disdukcapil Mura, H Y Mori melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pencatatan Sipil, Riko Andrianto kepada wartawan, Selasa (28/01/2020).

Dijelaskannya, bahwa tahun ini pihaknya menerima pengajuan pendaftaran sidang itsbat nikah bagi pasutri yang belum mempunyai buku nikah. Namun, pasutri tersebut merupakan pernikahan pertama.

Dia menjelaskan, program isbat nikah gratis ini bekerjasama dengan pengadilan agama Lubuklinggau dan Kementerian Agama (Kemenag) Mura.

“Untuk pelaksanaan kami agendakan Maret atau April mendatang. Dimana, sidangnya berlangsung di Kantor Kecamatan masing-masing,”terangnya.

Menurutnya, tujuan itsbat nikah ini untuk pengesahan nikah agar pasutri bisa mendapatkan buku nikah. Sehingga, dengan begitu pernikahannya dapat diakui negara.

“Kalau pasutri tersebut sudah ada buku nikah namun hilang maka tidak bisa ikut sidang. Sebab, itsbat nikah ini untuk pasutri yang memag belum pernah mendapatkan buku nikah,”akunya.

Mengenai persyaratan mengikuti sidang isbat nikah sendiri. Maka Mantan Kasi Pendaftaran Penduduk ini mengakui suami-istri perkawinan pertama, belum pernah mendapatkan kutipan akta nikah, belum bercerai dan suami-istri tersebut masih ada, memiliki kutipan akta kelahiran anak ibu atau yang akan membuat akta kelahiran. Tetapi belum memiliki kutipan akta nikah.

“Persyaratan lainnya, fotocopy kartu keluarga, fotocopy kartu tanda penduduk suami-istri, melampirkan surat pernyataan suami-istri dan hadir ketika sidang itsbat, melampirkan keterangan suami-istri perkawinan pertama,”bebernya.

Terlepas dari itu, sidang isbat pernikahan untuk penetapan perkawinan tercatat dan diakui secara hukum negara serta mempunyai kekuatan hukum. Bahkan, legalitas pernikahan itu digunakan sebagai persyaratan mengajukan permohonan akta anak. Sebab, kalau tidak memiliki akta nikah maka ada ketetapan yang tulisannya perkawinan belum tercatat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Intinya sidang isbat ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah yakni Disdukcapil memfasilitasi pelaksanaan sidang isbat nikah. Sebab kalau untuk buku nikah menjadi kewenangan kantor urusan agama (KUA) di masing-masing kecamatan,”pungkasnya.

PENULIS : Dedi Ariyanto

Dikepung Air, Sembatu Jaya Terisolir

Tomat ‘Disulap’ Jadi Kripik Renyah