Camat bersama Tim di rumah Suwarni yang mengundurkan diri dari program PKH, Jum'at (6/9/2019). Foto : ist
in

10 KPM PKH Mengundurkan Diri

MUSIRAWAS, Silmed.id – Pemerintah Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas memastikan di wilayahnya sebanyak 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) telah menanda tangani surat pernyataan pengunduran diri dari kepersertaan.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Camat Tugumulyo, H Irwansyah kepada Silampari Media.

“Sebanyak 10 KPM PKH telah menyatakan mengundurkan diri, bahkan mereka juga telah menanda tangani blanko yang telah dipersiapkan oleh petugas,” katanya kepada Silampari Media, Jum’at (6/9/2019).

Ditambahkannya, dirinya bersama PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa) kecamatan terus mengawal pemasangan stiker yang sudah dua hari dilaksanakan pada program pendataan ulang KPM PKH oleh Dinas Sosial Musirawas di Kecamatan Tugumulyo.

“Tujuan pendampingan tersebut agar diketahui data KPM di Tugumulyo secara real. Pada hari kedua ini, pemasangan stiker dilakukan di empat desa yakni Ngadirejo, Dwijaya, wonorejo dan Sidoharjo. Ketika berada di Desa Ngadirejo saat pemasangan stiker salah satu keluarga yang selama ini menerima program PKH menolak untuk dipasangi stiker dan mereka mengundurkan diri dari program tersebut, yakni keluarga Tukiman yang merupakan perangkat desa,” jelas H Irwansyah.

Alasan yang disampaikan oleh Tukiman bahwa dirinya dan keluarga sudah mampu, selain itu masih banyak keluarga miskin lain yang membutuhkan.

Camat mengatakan dirinya menitikkan air mata ketika mendatangi rumah Suwarni di Desa L Sidoharjo yang mendapatkan program PKH bersama Tim Kesos Kecamatan, Puskesos Desa, pendamping PKH dan anggota Koramil.

“Saya sampai menitikkan air mata karena ibu Suwarni mengundurkan diri, padahal jika dilihat dari kehidupannya sehari-hari sangat sederhana sekali. Rumahnya masih berdinding papan dan perabotannya juga masih sederhana, suami Ibu Suwarni hanya buruh pabrik batu bata,” ucapnya.

Yang membuat para petugas terharu dan dirinya menangis yakni ucapan yang disampaikan Suwarni bahwa pengunduran dirinya dari program PKH demi sebuah tujuan mulia untuk berbagi sesame manusia yang lebih membutuhkan.

“Keluarga ini memegang prinsip lebih baik tangan di atas daripada tangan di bawah, karena kalau selalu meminta dan mengharapkan yang gratis, dapat dipastikan selama kita tidak akan mampu untuk membeli dan memberi,” ujarnya.

Begitu juga dengan pengunduran diri dari seorang janda bernama Rubiyem, meski kesehariannya hanya sebagai buruh panen padi demi orang lain yang belum pernah mendapatkan dan layak menerima bantuan.

“Sepengetahuan saya, Rubiyem hanya buruh panen padi. Dari hasilnya yang pas-pasan itu Rubiyem mampu menghidupi orang tuanya dan anaknya masih bersekolah,” ungkapnya.

Menurut H Irwansyah, Pemerintah Kabupaten Musirawas telah berhasil mengentaskan diri dari predikat daerah tertinggal yang telah disandang selama 15 tahun terakhir.

“Terentasnya Musirawas dari ketertinggalan sebagaimana tertuang dalam keputusan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Republik Indonesia nomor 79 tahun 2019 tentang Penetapan tertanggal 31 Juli 2019 yang ditanda tangani oleh Mendes PDTT EkoPutro Sandjojo,” pungkasnya.

PENULIS : Aulia Azan Siddiq

1.083 Pelajar Lubuklinggau Shalat Istisqa

Akibat Puntung Rokok, Setengah Hektar Lahan Hangus Terbakar